Rabu, 25 November 2015

TEKN IK BARU STATISTIKA DALAM PERAMALAN CURAH HUJAN EKSTRIM U NTUK PE NEN TUAN MUSIM TAN AM PRODUK – PRODUK PERTA NIA N


Potensi pertanian yang ada, sesungguhnya Indonesia bisa menjadi negara pengekspor hasil-hasil pertanian dan meraup devisa yang besar dari sektor ini. Namun, sampai saat ini potensi pertanian besar itu tidak berkorelasi positif dengan ketersediaan bahan pangan Indonesia dan bahkan peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan belum optimalnya pemanfaatan potensi pertanian di Indonesia, diantaranya adalah kebijakan pemerintah, sumber daya manusia, kondisi alam dan pengelolaan (manajemen). Namun menurut Selain konversi lahan pertanian, perubahan curah hujan ekstrim menjadi ancaman utama produksi pertanian di Indonesia (suswono 2010). Studi mengenai curah hujan ekstrim perlu dilakukan sehingga diharapkan di masa yang akan datang kejadian akibat cuaca ekstrim tersebut dapat diantisipasi untuk menekan kerugian yang mungkin terjadi. Penulisan ini bertujuan untuk menunjukkan metode alternative statistika berupa metode Sebaran Pareto Terampat (Generalized Pareto Distribution,GPD). Hal tersebut dilakukan karena metode – metode yang ada masih mengalami underestimate ketika melakukan peramalan curah hujan ekstrim atau memiliki tingkat akurasi yang rendah. Oleh karena itu, untuk melakukan peramalan curah hujan ekstrim metode sebaran pareto terampat memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi 

Namaku : UANG (suka di panggil DUIT)

                         

Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.

Aku juga "bisa" merubah perilaku, bahkan sifat Manusia' karena manusia mengidolakan aku.

Banyak orang merubah kepribadiannya, mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!

Aku tidak mengerti perbedaan orang saleh & bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin & terhormat atau terhina.

Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.

Aku juga bukan orang ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara-gara aku, kakak dan adik beradu dan saling benci karena aku. Anak dan orangtua berselisih gara-gara aku.

Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?

Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapapun, tapi banyak orang rela mati demi aku.

Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda, tapi tidak mampu memperpanjang hidup anda.

Kalau suatu hari anda dipanggil Tuhan, aku tidak akan bisa menemani anda, apalagi menjadi penebus dosa-dosa anda, anda harus menghadap sendiri kepada sang Pencipta lalu menerima penghakimanNYA.

Saat itu, Tuhan pasti akan bertanya kepada anda, APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGGUNAKAN aku dengan baik, atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai TUHAN?

Ini informasi terakhirku:
Aku TIDAK ADA DI SURGA,
Jadi jangan cari aku disana

Kamis, 19 November 2015

Fenomena 8 atas 3

Pekan lalu saya berkesempatan sholat Jum’at di Masjid “Ukhuwah Islamiyah” Kampus UI Depok. Masjidnya megah, indah, rapi, bersih dan sangat nyaman..lokasinya bersebelahan dengan danau yg asri dan dikelilingi oleh hutan yg rimbun..sungguh sangat menyenangkan dan menyejukkan hati...

Jama’ahnya penuh, membludak sampai ke halaman masjid..sebagian besar adalah “Civitas Academica” UI.. Ada dosen, karyawan, satpam..ada pula tamu yg sedang berkunjung ke kampus UI (termasuk saya)..namun yg dominan adalah para mahasiswa UI dengan penampilan dan ransel khasnya.. Jum’atan di tengah2 mahasiswa begini..mengingatkan saya pada suasana di masjid Salman ITB..ketika masih menjadi mahasiswa di sana 35an tahun yg lalu..ya, suasana khas mahasiswa yg tdk bisa dilupakan...

Khotibnya kemarin bernama Ustadz Kusdinar Mph, salah satu dosen di FKM UI..penampilannya sederhana, berbaju batik, berkopiah putih..wajahnya bersih dan berjenggot rapi..pembawaannya kalem dan murah senyum..tapi isi khotbah dan cara pembawaannya luar biasa...

Tutur katanya santun, intonasi suaranya mantab, lugas dan tajam..sampai2 setelah selesai sholat Jum’at beberapa orang menyalaminya..diantaranya ada Bung Marwan Batubara (Direktur Eksekutif Iress/Pengamat Energi yg sering tampil di TV)..dan sayapun juga menyalaminya sambil berkata:”Wah khotbahnya bagus pak..kapan2 saya undang ya utk kasih kajian di masjid kami”…

Lantas apa sih isi khotbahnya yang lugas dan tajam itu.?? Mengawali khotbahnya, sang khotib menyebut topik khotbahnya berjudul “Fenomena 8 atas 3”..wah apakah itu..? Woow, judul yg unik..saya sendiripun ber-tanya2..apa gerangan isinya..??

Beliau lantas mengutip firman Allah dlm Q.S. At Taubah:24 yg artinya:”Katakanlah:’jika bapak2, anak2, saudara2, isteri2, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-NYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA’. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang2 yang fasik”...

Sang khotibpun lalu menjelaskan, apabila 8 hal di atas (akronimnya “BASIK-HPT”) lebih kita cintai dari pada Allah, Rasulullah & Jihad fi sabilillah (3 hal di atas)..maka kita termasuk org2 yg fasik..yg tdk akan mendapat petunjuk..dan apa akibatnya kalau kita tdk mendapat petunjuk.?? Kita akan tersesat..yg berujung pada “su’ul khotimah” dan akan berakhir di neraka jahanam.. Na’udzubillahi mindzalik...

Dalam kehidupan se-hari2..dewasa ini banyak dijumpai fenomena dimana kita lebih mencintai atau lebih mementingkan atau lebih tunduk/takut kepada hal2 selain Allah Ta’ala.. Ya, tanpa disadari..telah muncul “berhala2” baru ditengah2 kita..yg tanpa kita sadari pula telah melalaikan dan menyesatkan kita...

Sang khotib lantas mengambil contoh sederhana..dan karena audience-nya para dosen dan mahasiswa UI, maka yg dijadikan contoh adalah apa yg terjadi di ruang perkuliahan di UI.. Beliau prihatin karena tdk pernah melihat ada mahasiswa yg berani “mengacungkan tangan” dan minta agar dosen menghentikan kuliahnya ketika sdh terdengar “adzan” berkumandang..apa artinya ini..??

Ya, artinya para mahasiswa lebih mementingkan kuliahnya daripada memenuhi panggilan sholat..dan mereka lebih takut kepada dosennya daripada kepada Allah SWT.. Wooww kritikan pedes nih buat para mahasiswa UI..ujar saya dalam hati...

Namun beliau juga menyesalkan para dosen yg tidak mau menghentikan kuliahnya saat adzan berkumandang..atau mengatur waktu kuliahnya agar tidak menabrak waktu adzan..padahal sang dosen punya kuasa utk mengaturnya..apa artinya ini..??

Ya, artinya para dosen lebih mementingkan pekerjaannya daripada memenuhi panggilan sholat..yg berarti pula mereka lebih mencintai pekerjaannya daripada Allah dan Rasul-Nya.. Nah lho..kena sentil pulak nih para dosen UI..yg nota bene sih temen sejawat beliau sendiri..he..he...

Fenomena seperti ini juga terjadi di mana2..shg tidak heran kalau masjid2 di Indonesia sepi dari sholat fardhu berjamaah..sungguh menyedihkan... Hal ini bertolak belakang dengan fenomena yg ada di Turki.. Khotib pun lalu bercerita bahwa beliau baru pulang dari kunjungan ke Turki beberapa hari yg lalu...

Nah, salah satu agenda beliau di sana adalah utk “membuktikan” apakah informasi yg beredar di grup2 WA/Milis bahwa di Turki sedang marak dengan gerakan sholat fardhu berjama’ah di masjid (terutama Shubuh) itu benar adanya..atau sekedar propaganda saja..?? Lalu bagaimana kenyataannya..??

Pada satu kesempatan beliau sengaja datang ke masjid sebelum adzan Shubuh berkumandang..dilihatnya baru ada 3 shaf yg terisi jama’ah.. “Wah jangan2 nggak bener nih info di tanah air” begitu ujar beliau dalam hati... Antara adzan dan iqomat ada jeda sekitar 10 menit yg diisi dengan lantunan ayat suci Al Qur’an yg dibaca secara live oleh pengurus masjid...

Nah saat iqomat dikumandangkan, beliau berdiri dan menengok ke belakang..betapa kagetnya beliau.. dilihatnya sesuatu yg sangat mena’jubkan.!! Ternyata masjid telah dipenuhi jama’ah..bahkan sampai luber ke halaman..dan yg membuatnya lebih ta’jub..hampir semua jama’ah pakai jas, rapi dan wangi...

Masyaallah..begitu taat dan hormatnya mereka kpd Sang Pencipta.. Coba lihat, utk menghadap Allah Ta’ala mereka menggunakan pakaian terbaik yg dipunyainya (kalau di Indonesia mah banyak yg hanya pakai kaos oblong).. Sungguh luaar biasa dan menggetarkan jiwa..Allahu akbar.!!!

Ustadz Kusdinar pun melanjutkan khotbahnya..Allah SWT telah memberikan solusi, bagaimana menyikapi fenomena 8 atas 3 di atas..shg dapat terhindar dari kefasikan..lalu beliau mengutip firman Allah dlm Q.S. At Taubah:112 yg artinya:”Mereka itu adalah orang2 yg bertaubat, yg beribadat, yg memuji, yg melawat, yg ruku', yg sujud, yg menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yg memelihara hukum2 Allah. Dan gembirakanlah orang2 mu'min itu”...

Di awali dengan bertaubat krn manusia tempat salah dan khilaf..lalu beribadah kpd Allah (menjalankan perintah2-Nya dan menjauhi larangan2-Nya)..selalu berdzikir dan memuji keagungan Allah sbg wujud rasa syukur atas karunia-Nya..melakukan lawatan2 dlm rangka menuntut ilmu-Nya..bersikap rendah hati (humble) krn menyadari diri kecil/lemah sbg manifestasi ruku’ & sujud kpd Allah dlm sholatnya..dan istiqomah dalam menjalankan dan memelihara hukum2 Allah...

Nah, laksanakan resep ini..

Wallahu ‘alam bissawab… Semoga bermanfaat

Selasa, 17 November 2015

Tidak ada yang Sia-Sia Sesuatu yang DiciptakanNYA

TAHUKAH ANDA..
Bahwa lubang hidung kanan dan kiri ternyata fungsinya berbeda..

👃�Kita memiliki hidung berlubang disebelah  kiri dan kanan, apakah fungsinya sama?

👃�Sebenarnya fungsinya tidak sama dan dapat kita rasakan bedanya; sebelah kanan mewakili matahari (mengeluarkan panas) dan yg kiri mewakili bulan (mengeluarkan dingin).

🔻Jika SAKIT KEPALA, cobalah MENUTUP Lubang hidung sebelah KANAN, bernafaslah melalui hidung sebelah kiri dan lakukan kira-kira 5 menit, sakit kepala akan sembuh.

🔻Jika merasa LELAH, lakukan sebaliknya. Tutup lubang hidung sebelah KIRI dan bernafaslah melalui hidung sebelah kanan. Tak lama kemudian, Anda akan merasakan segar kembali.

🔻Perempuan bernafas lebih dg hidung sebelah kiri, sehingga hatinya gampang sekali dingin. Laki-laki bernafas lebih dg hidung sebelah kanan, sehingga gampang sekali marah.

🔻Apakah Anda memperhatikan pada saat bangun, lubang hidung mana yg bernafas lebih cepat? Sebelah kiri atau kanan?

🔻Jika lubang hidung kiri bernafas lebih cepat, Anda akan merasa sangat lelah. Tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan gunakan lubang hidung sebelah kanan untuk bernafas, Anda akan merasa segar kembali dengan cepat.

🔻Cara tersebut boleh diajarkan kepada anak-anak, tetapi efeknya akan lebih baik diterapkan kepada orang dewasa.

🔻Pada suatu malam, saya duduk menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafas dengan lubang hidung sebelah kiri. Dalam kurang dari satu minggu, sakit kepala saya sembuh. Saya teruskan melakukannya selama 1 bulan, sejak malam itu sampai sekarang, sakit kepala saya tidak kambuh lagi.

🔻Luar biasa, sungguh sempurnanya pengaturan ciptaan Allâh.

Senin, 16 November 2015

Segenggam Iman untuk Anak Kita


Minggu lalu saya kembali Jum’atan di Graha CIMB Niaga Jalan Sudirman setelah lama sekali nggak sholat Jum’at di situ… Sehabis meeting dengan salah satu calon investor di lantai 27, saya buru2 turun ke masjid karena takut terlambat..dan bener aja sampai di masjid adzan sudah berkumandang… Karena terlambat saya jadi tidak tau siapa nama Khotibnya saat itu.. sambil mendengarkan khotbah saya melihat Sang Khotib dari layar lebar yg di pasang di luar ruangan utama masjid.. Khotibnya masih muda, tampan, berjenggot namun penampilannya bersih..dari wajahnya saya melihat aura kecerdasan..tutur katanya lembut namun tegas…dari penampilannya yg menarik tsb..saya jadi penasaran..apa kira2 isi khotbahnya…
Ternyata betul dugaan saya!!!…isi ceramah dan cara menyampaikannya membuat jamaah larut dalam keharuan..banyak yg mengucurkan air mata (termasuk saya)..bahkan ada yg sampai tersedu sedan... Weleh2..sampai segitunya ya..lalu apa sih isi ceramahnya..koq kayaknya amazing bingitzz…
Dengan gaya yg menarik Sang Khotib menceritakan “true story”..seorang anak berumur 10 th namanya Umar..dia anak pengusaha sukses yg kaya raya.. Oleh ayahnya si Umar di sekolahkan di SD Internasional paling bergengsi di Jakarta..tentu bisa ditebak, bayarannya sangat mahal..tapi bagi si pengusaha, tentu bukan masalah..wong uangnya berlimpah… Si ayah berfikir kalau anaknya harus mendapat bekal pendidikan terbaik di semua jenjang..agar anaknya kelak menjadi orang yg sukses mengikuti jejaknya...
Suatu hari isterinya kasih tau kalau Sabtu depan si ayah diundang menghadiri acara “Father’s Day” di sekolah Umar.. “Waduuuh saya sibuk ma..kamu aja deh yg datang..” begitu ucap si ayah kpd isterinya..bagi dia acara beginian sangat nggak penting..dibanding urusan bisnis besarnya.. Tapi kali ini isterinya marah dan mengancam..sebab sudah kesekian kalinya si ayah nggak pernah mau datang ke acara anaknya..dia malu karena anaknya selalu didampingi ibunya..sedang anak2 yg lain selalu didampingi ayahnya… Nah karena diancam isterinya..akhirnya si ayah mau hadir meski agak ogah2an..
Father’s day adalah acara yg dikemas khusus dimana anak2 saling unjuk kemampuan di depan ayah2nya.. Karena ayah si Umar ogah2an maka dia memilih duduk di paling belakang..sementara para ayah yg lain (terutama yg muda2) berebut duduk di depan agar bisa menyemangati anak2nya yg akan tampil di panggung… Satu persatu anak2 menampilkan bakat dan kebolehannya masing2..ada yg menyanyi..menari..membaca puisi..pantomim..ada pula yg pamerkan lukisannya..dll.. Semua mendapat applause yg gegap gempita dari ayah2 mereka…tibalah giliran si Umar dipanggil gurunya untuk menampilkan kebolehannya..
“Miss, bolehkah saya panggil pak Arief..” tanya si Umar kpd gurunya..pak Arief adalah guru mengaji untuk kegiatan ekstra kurikuler di sekolah itu… ”Oh boleh..” begitu jawab gurunya..dan pak Ariefpun dipanggil ke panggung… “Pak Arief, bolehkah bapak membuka Kitab Suci Al Qur’an Surat 78 (An-Naba’)” begitu Umar minta kepada guru ngajinya…”Tentu saja boleh nak..” jawab pak Arief.. “Tolong bapak perhatikan apakah bacaan saya ada yg salah..” lalu si Umar mulai melantunkan QS An-Naba’ tanpa membaca mushafnya (hapalan)..dengan lantunan irama yg persis seperti bacaan “Syaikh Sudais” (Imam Besar Masjidil Haram)…
Semua hadirin diam terpaku mendengarkan bacaan si Umar yg mendayu-dayu…termasuk ayah si Umar yg duduk dibelakang…”Stop..kamu telah selesai membaca ayat 1 s/d 5 dengan sempurna..sekarang coba kamu baca ayat 9..” begitu kata pak Arief yg tiba2 memotong bacaan Umar… lalu Umarpun membaca ayat 9…”Stop, coba sekarang baca ayat 21..lalu ayat 33..” setelah usai Umar membacanya…lalu kata pak Arief:“Sekarang kamu baca ayat 40 (ayat terakhir)”..si Umarpun membaca ayat ke 40 tsb sampai selesai”... “Subhanallah…kamu hafal Surat An-Naba’ dengan sempurna nak…” begitu teriak pak Arief sambil mengucurkan air matanya…para hadirin yg muslimpun tak kuasa menahan airmatanya… Lalu pak Arief bertanya kepada Umar : ”Kenapa kamu memilih menghafal Al-Qur’an dan membacakannya di acara ini nak, sementara teman2mu unjuk kebolehan yg lain..?” begitu tanya pak Arief penasaran…
Begini pak guru…waktu saya malas mengaji dalam mengikuti pelajaran bapak..bapak menegur saya sambil menyampaikan sabda Rasulullah SAW : ”Siapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, “Mengapa kami dipakaikan jubah ini?” Dijawab,”Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Qur’an.” (H.R. Al-Hakim)…
“Pak guru..saya ingin mempersembahkan “Jubah Kemuliaan” kepada ibu dan ayah saya di hadapan Allah di akherat kelak..sebagai seorang anak yg berbakti kpd kedua orang tuanya..” Semua orang terkesiap dan tdk bisa membendung air matanya mendengar ucapan anak berumur 10 th tsb… Ditengah suasana hening tsb..tiba2 terdengan teriakan “Allahu Akbar..!!” dari seseorang yg lari dari belakang menuju ke panggung…
Ternyata dia ayah si Umar..yg dengan ter-gopoh2 langsung menubruk sang anak..bersimpuh sambil memeluk kaki anaknya.. ”Ampuun nak.. maafkan ayah yg selama ini tidak pernah memperhatikanmu..tdk pernah mendidikmu dengan ilmu agama..apalagi mengajarimu mengaji…” ucap sang ayah sambil menangis di kaki anaknya…” Ayah menginginkan agar kamu sukses di dunia nak…ternyata kamu malah memikirkan “kemuliaan ayah” di akherat kelak…ayah maluuu nak" ujar sang ayah sambil nangis ter-sedu2…subhanallah... Sampai disini, saya melihat di layar Sang Khotib mengusap air matanya yg mulai jatuh…semua jama’ahpun terpana..dan juga mulai meneteskan airmatanya..termasuk saya..diantara jama’ahpun bahkan ada yg tidak bisa menyembunyikan suara isak tangisnya...luar biasa haru... Entah apa yg ada dibenak jama’ah yg menangis itu..mungkin ada yg merasa berdosa karena menelantarkan anaknya..mungkin merasa bersalah karena lalai mengajarkan agama kpd anaknya.. mungkin menyesal krn tdk mengajari anaknya mengaji..atau merasa berdosa karena malas membaca Al-Qur’an yg hanya tergeletak di rak bukunya..dan semua..dengan alasan sibuk urusan dunia…!!! Saya sendiri menangis karena merasa lalai dengan urusan akherat..dan lebih sibuk dengan urusan dunia..padahal saya tau kalau kehidupan akherat jauh lebih baik dan kekal dari pada kehidupan dunia yg remeh temeh, sendau gurau dan sangat singkat ini..seperti firman Allah SWT dalam Q.S. Al-An'Amayat 32:”
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”... Astagfirullahal ghofururrohim..hamba mohon ampunan kepada Allah..Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang… Wallahu ‘alam bissawab.. Semoga bermanfaat

Jumat, 13 November 2015

Siapakah Sosok Luqman yang Dikisahkan Alquran




Jika Anda membaca Alquran, tentu akan menemukan surat Luqman dalam urutan ke 31 dalam 114 surat di dalam kitab suci agama Islam tersebut.

Siapakah Luqman? Ia bukan rasul, bukan nabi, bukan pula malaikat. Namun mengapa namanya diabadikan dalam Alquran yang jadi pegangan hidup kaum muslim sepanjang zaman?

Luqman hanya seorang lelaki biasa, namun ia menjalankan tugasnya sebagai ayah luar biasa.

Tokoh Zakat Indonesia Didin Hafidhuddin mengatakan, Luqman adalah seorang yang telah berjasa membangun peradaban dengan mendidik anak-anaknya dengan prinsip tauhidg (mengajarkan keesaan Tuhan).

Menurut Didin, kisah Luqman yang terdapat dalam tiga ayat saja dalam Alquran merupakan referensi terbaik bagi para ayah untuk mendidik buah hatinya. Sebab, Luqman merupakan Ayah yang diberkati Allah lantaran ia adalah orang yang sukses mendapatkan hikmah.

"Apa itu orang yang mendapat hikmah, yaitu orang yang senantiasa mencari ilmu. Tapi bukan hanya ilmu yang bernilai secara kognitif melainkan ilmu yang dapat melahirkan keindahan perilaku," ujar Didin dalam tabligh akbar 'Sambut Ramadhan Kokohkan Keluarga Islam dengan Alquran' di Masjid Istiqlal, Selasa 2 Juni 2015.

Perilaku orangtua merupakan hal penting dalam proses pendidikan anak. Karena ibu dan ayah merupakan guru pertama dalam hidup seseorang.

Masih mencontoh kisah Luqman, Didin mengatakan lelaki itu juga mengajarkan kita bagaimana mendidik generasi penerus bangsa dengan cinta dan kasih sayang.

"Disebutkan di Alquran bahwa Luqman senantiasa memanggil anaknya dengan panggilan ya bunayya yang artinya wahai anakku. Itu adalah panggilan yang paling indah," kata Didin.

Dengan memberikan panggilan yang indah kepada anak, mereka akan merasa amat dicintai sehingga ke depannya akan tumbuh menjadi orang-orang yang juga mencintai dan menghormati sesama.

Kisah Luqman juga menggambarkan betapa ia senantiasa melatih anak-anaknya untuk beribadah baik salat dan menerapkan sikap amar ma’ruf nahi munkar.

"Misalnya di rumah sedang ada tamu, mintalah kepada anak kita untuk menyiapkan minuman kepada mereka, bukan menyuruh pembantu rumah tangga atau orangtua. Dengan membiasakan seperti itu, anak akan belajar menghormati tamu, menghargai orang lain serta punya tanggung jawab," tutur Didin.

Didin menekankan, inti dari pendidikan anak sejatinya kembali pada pendidikan aqidah yang diajarkan Alquran. Sesungguhnya manusia akan mendapat keuntungan yang selama ini diusahakan susah payah, yakni kecerdasan akal.

"Anak itu pasti cerdas jika sejak kecil didekatkan dengan Alquran".

Kamis, 12 November 2015

Bahaya Makan dan Minum dengan Tangan Kiri, Jangan Disepelekan




Pernahkah makan atau minum dengan menggunakan tangan kiri? Misalnya ketika makan sambil menyetir kendaraan, atau karena kelupaan. Waspadalah..

“Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya dan jika minum maka minumlah dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya” (HR. Muslim no. 2020)

Tidak sedikit yang nyinyir bahwa urusan makan pakai tangan kiri adalah hal sepele, tidak perlu dipersoalkan, bahkan ada yang menyebut hadits di atas tidak rasional. Adalah sangat lucu jika ketidak sanggupan kita mencerna setiap ajaran dalam agama ini kemudian lantas kita tuduhkan bahwa ajaran agamanya yang tidak rasional.

Mari kita bahas beberapa bahaya makan dan minum dengan tangan kiri:

1. Makan dengan tangan kiri bisa menyebabkan setan masuk ke tubuh kita

Ada kisah nyata yang disampaikan oleh satu tim ruqyah mengenai seorang wanita penghafal quran yang kesurupan. Sungguh mengherankan, bagaimana mungkin setan bisa masuk ke dalam tubuh seorang yang banyak berinteraksi dengan al quran?

Salah seorang peruqyah bertanya pada jin yang sedang beraksi tersebut. Jin itu menjawab melalui lisan wanita tersebut,”saya sudah lama menunggu untuk bisa masuk dalam tubuhnya, "Saya masuk dalam tubuh perempuan ini saat dia minum dengan tangan kiri.”

2. Jika setan masuk ke dalam tubuh, dapat menimbulkan gangguan kesehatan

Pada kenyataannya, keberadaan jin dan setan bukanlah hal yang irrasional. Penyelidik yang juga Dekan Fakultas Sains Warna Universal, Universitas Perobatan Antarbangsa Sri Langka; Prof Dr Sir Norhisham Wahab, mengatakan bahwa hantu dan jin tidak memiliki unsur jasad menyebakan mereka tidak dapat dilihat, tetapi kewujudan mereka dapat dibuktikan dengan ilmu sains fisika quantum dan bisa dideteksi dengan teknologi gelombang.

Dr Norhisham menjelaskan bahwa jin dan hantu terdiri daripada unsur gelombang, mereka dapat menguasai ruang dan waktu di dalam tubuh manusia yang mampu memberi/menyebabkan dampak negatif terhadap kesehatan hingga ke tahap mental.

"Tubuh manusia yang memerangkap gelombang ‘tidak sehat’ memberikan kesan pada seseorang yaitu kesan negatif terhadap jiwa seperti mengalami kelesuan kronik, gangguan mental, merasa sakit ini sakit itu, dsb. Ketika si pesakit memeriksakan diri ke dokter, dokter malah bilang tidak ada penyakit apa-apa, tetapi anehnya si pesakit merasa dia ada mengidap suatu penyakit. Hal ini adalah salah satu tanda dari gangguan jin." terangnya.

Sahabat, jika hati sering terasa tak tenang, tubuh merasa tak nyaman, melakukan apapun rasanya malas, hubungan dengan orang sekitar tampak memburuk, coba kita introspeksi kembali, apakah kita punya kebiasaan buruk salah satunya makan dan minum dengan tangan kiri?

Jangan diabaikan begitu saja, karena begitu banyak orang yang tak peduli pada hadits ini, padahal jelas-jelas dalam al Quran Allah telah nyatakan bahwa setan adalah musuh yang nyata bagi kita. Mengapa kita malah mengundang musuh memasuki tubuh kita dengan mengabaikan hadits Rasulullah yang satu ini? Wallaahualam.